Monday, December 25, 2017

BEST PRACTICE KEPALA SEKOLAH SDN LONGKEWANG

BAB I
PENDAHULUAN


A.      IDENTIFIKASI  MASALAH
Pendirian sebuah Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan adalah niat luhur untuk mencerdaskan bangsa. Dalam pendirian tersebut lebih mengutamakan pada kepentingan masarakat dan prospek kedepan bagi keberlangsungan lembaga tersebut. Penyediaan akan sarana gedung, tenaga, anggaran, siswa peserta didik, dan fasilitas pembelajaran lainnya menjadi mutlak diperlukan. Demikian halnya dengan pendirian SDN LONGKEWANG yang terletak di Kp.Longkewang Desa Hegarmanah Kec.Cicantayan.
Semenjak menjadi Kepala Sekolah di SDN Longkewang, keadaan sarana dan prasarana cukup. Namun masih ada dari segi tenaga pendidik masih kualifikasi pendidikannya masih kurang . Guru-guru SDN Longkewang masih belum semua  sarjananya Linier, sehingga proses pembelajaran yang mereka berikan masih belum effectif. Pengetahuan dan cara pembelajaran yang dilakukan guru sangat berpengaruh pada siswa. Apabila menginginkan pengelolaan sekolah dapat berjalan dengan efektif dan efesian maka yang pertama harus dibenahi adalah kualifikasi pendidikan tenaga pendidik.

B.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai membenahi keadaan tersebut. Identifikasi masalah yang diungkap di atas, penulis merumuskan :       “ Bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pembangunan selanjutnya ?”.
Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Pembenahan kualifikasi tenaga pendidik yang sangat berpengaruh pada efektifitas dan efesiensi pengelolaan sekolah. Selain itu juga dalam bidang perbaikan dan penambahan sarana belajar siswa.

BAB II
STRATEGI YANG DITEMPUH

Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. Dari prestasi yang dihasilkan oleh SDN Longkewang menjadi sorotan Komite Sekolah dan masyarakan. Bagi tenaga Guru yang dipermasalahkan memiliki dasar historis yang kuat untuk merasa memang kualifikasi pendidikannya kurang untuk masa sekarang. Mengingat mereka sudah lama mengajar di sekolah tingkat dasar ada yang mulai sejak tahun 1982.
Untuk meluruskan keadaan tersebut maka penulis mencoba mengadakan pendekatan dengan Kepala UPT Disdik Kecamatan , Ketua Komite Sekolah sebagai wakil masyarakat dan guru-guru yang bersangkutan. Kesepakatan awal dengan Kepala Cabang UPT adalah dicarikan jalan keluar dengan cara mencarai informasi tentang beasiswa kualifikasi pendidikan bagi guru SD yang S1 nya belum linier ke Dinas P dan K Kabupaten  dan menyarankan kepada guru yang bersangkutan untuk kuliah pada Perguruan Tinggi yang sudah bekerjasama dengan instansi terkait. Selain itu pula penulis mencoba menjelaskan kepada Komite Sekolah mengenai masalah kualifikasi pendidikan pada sejumlah tenaga tersebut dalam waktu dekat akan ada penyelesaiannya yaitu dengan jalan menempuh pendidikan lagi. Demikian juga kepada guru yang bersangkutan, dengan menggunakan strategi pendekatan dengan cara memberi pengertian pada guru-guru tersebut bahwa kualifikasi pendidikan S1  selain syarat untuk sertifikasi tenaga pendidik, pendidikan S1 yang linier juga sangat penting untuk meningkatkan komptensi guru itu sendiri dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.
Disamping pembenahan tenaga untuk memperkuat kemudahan pembenahan proses kegiatan KBM yang masih belum berjalan dengan baik , masalah lain muncul yakni fasilitas ruang belajar dan perlengkapannya. Penulis mencoba mendekati para pemegang keuangan dan sarana. Kesiapan akan anggaran mutlak diperlukan. Secara birokrasi telah ditempuh dengan mngusulkan kebutuhan akan kursi dan meja untuk 3 ruangan belajar. Hal ini didasari pula oleh tuntutan orang tua murid yang merasa keberatan anaknya melaksanakan  proses pembelajaran pada bangunan yang sudah mulai lapuk pada rapat komite awal tahun. Penulis memanfaatkan yang dimiliki dengan member peyangga pada atap bangunan yang sudah mulai rusak. Akibatnya berimbas pada proses pembelajaran yang selalui dihantui oleh robohnya bangunan.
Pada masalah lain WC Siswa dan Guru masih menjadi satu. Desakan akan kebutuhan WC Guru  ideal muncul saat pembenahan sarana yang ada. Kemudian penulis mengadakan rapat kecil dengan ketua Komite Sekolah, Bendahara komite dan Pengawas SD untuk mengajukan proposai rehabilitasi gedung sekolah ke Pemerintah Daerah. Tidak hanya itu sarana lapanganpun menjadi pembicaraan. Becek ketika musim hujan tiba. Kegiatan ekstrakurikuler dalam pengembangan teknologi informasi juga dibahas dalam rapat kecil tersebut dan disepakati untuk mengajukan proposal usulan ke Dinas terkait.

BAB III
HASIL – HASIL YANG DICAPAI

A.     PERUBAHAN YANG DIINGINKAN
Dari uraian permasalahan dan strategi pemecahan penulis ingin mendapatkan beberapa perubahan. Adapun perubahan yang dinginkan adalah :
1.        Mendapatkan tenaga Guru yang berkualifikasi linier. Dari upaya tersebut terhitung sampai saat ini telah 5 orang guru yang sudah mendapatkan gelar sarjana dari Dana Beasiswa Kualifikasi Pendidikan dari Pemerintah Daerah maupun dana mandiri bahkan pada tahun ini OPS juga sudah mendapat gelar sarjana. Sehingga saat seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sudah berkulifikasi S1.
2.        Tersedianya sejumlah kursi-meja untuk pemenuhan rasio kebutuhan belajar sebanyak 3 ruang. Alhamdulillah untuk kursi dan perangkat kelas telah tersedia walaupun ruang 3 ruang lagi mulai mengalami kerusakan ringan.
3.        Terbangunnya Ruang Kepala Sekolah dan Guru sekaligus WC yang ada di dalamnya sebagai sarana tempat berkumpul dan berinteraksi guru dengan kepala sekolah serta terpisahnya WC guru dengan siswa.
4.        Tersedianya sarana lapangan Olah Raga yang aman dan representatif untuk kegiatan KBM. Kami telah menyiapkan satu net bola voli dan seluruh halaman depan telah kami paving. Hal ini ditujukan agar bola dapat memantul dengan sempurna dan tidak rusa

B.     KETERLAKSANAAN
Dari uraian di atas dapatlah kami simpulkan bahwa penekanan pengelolaan sekolah efektif memang cukup menantang. Apa yang kami lakukan di atas adalah baru memperlihatkan pembenahan sarana fisik dan belum menyentuh hal-hal lain. Alasannya adalah :
1.      SDN Longkewang adalah sekolah yang masih terus harus ditata secara fisik dalam memberikan layanan pada warga sekolah.
2.      Kualifikasi ketenagaan adalah hal yang masih bersifat dinamis. Memang pada saat ini masih berkualifikasi S1 diharapkan pada masa yang akan datang sudah mulai ada yang S2. Etos kerja dibangun melalui kepastian layanan dari para tenaga yang telah bersama-sama merintis sekolah sejak awal.
3.      Melalui pembenahan tenaga adalah salah satu cara yang dapat membuka simpul-simpul pelayanan selanjutnya sambil menyongsong perubahan-perubahan. Jalur birokrasi yang ditempuh memakan waktu sementara sekolah harus terus berjalan dan mempertahankan apa yang telah dicapai selama ini.
4.      Para Orang tua murid telah memahami keadaan tersebut . Namun tingkat partisipasi mereka belum memperlihatkan hal yang signifikan terutamanya pada masalah pembiayaan. Hal ini terlihat jelas pada iuran yang telah mereka sepakati.
Apa yang telah kami uraikan dengan segala hal yang mempengaruhinya kami tetap optimis. Dari beberapa rangkaian kegiatan penulis memperhatikan masih terdapat semangat untuk membangun dan membenahi sekolah dari para pegawai walaupun terkesan dari sisa-sisa waktu. Sebagian dari mereka adalah tenaga honor murni yang belum berstatus PNS. Harapan yang ditangkap adalah keinginan mereka yang kuat untuk mendapatkan status kepegawaian sebagai tenaga PNS. Walaupun disadari bahwa kondisi tersebut masih memerlukan kesabaran.
Beberapa hal yang belum kami lakukan dan akan kami lakukan adalah sebagai berikut :
1.      Terbangunnya sarana pembelajaran 6 kelas dengan spesifikasi memadai. Demikian dengan alat peraga dan media pembelajaran.
2.      Ruang khusus Kepala Sekolah dan Guru .
3.      Pengajuan pembangunan ruang komputer
4.      Pagar taman agar lebih representatif.
5.      Pengecatan Lapangan untuk memberikan nuansa hijau dan asri
6.      Peningkatan kualitas SDM yang akan kami lakukan di semeter ke dua.
7.      Peningkatan layanan administrasi.
8.      Pembenahan anggaran dari berbagai sumber.
9.      Pembenahan Program mengacu pada 8 Standar Pendidikan.





BAB IV
KUNCI SUKSES DAN KEBERLANJUTAN PROGRAM

Seperti yang telah penulis paparkan optimisme dan motivasi membangun sekolah dapat dikategorikan baik dari warga sekolah.
Kami mengakui beberapa fasilitas yang memang masih dibutuhkan untuk kegiatan pembelajaran praktik adalah ruang laboratorium komputer. Lahan yang ada memang memungkinkan dan kami telah memproyeksikan pada kurun waktu di semester ke dua mudah-mudahan dapat terrealisir bersamaan dengan ruang  pagar. Untuk pembenahan SDM juga akan kami lakukan pada saat itu bersamaan dengan penerapan pelajaran tambahan untuk kelas 4,5 dan 6 pada bidang studi Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Ke depan dari apa yang telah kami capai memperlihatkan tantangan yang cukup tinggi dan memberikan motivasi bagi para pengelola pendidikan di SDN Longkewang. Untuk dapat bersaing dengan sekolah yang lain diperlukan program percepatan dengan penekanan pada kualitas SDM dan kegiatan pembelajaran.
Peningkatan kualitas SDM dibarengi oleh peningkatan kualitas sarana-prasarana. Kelas yang masih standar peralatan dan belum adanya LCD, Kualitas kurikulum yang mau tidak mau terus dilakukan penyesuaian. KegiatanEksatra Komputer walaupun sudah baik tetapi kami masih perlu pembenahan khususnya pembuatan MoU dengan masyarakat DU/DI. adalah sejumlah PR yang perlu menjadi fokus perhatian. Selain itu pada kegiatan layanan administrasi juga perlu ditingkatkan. Dengan adanya Ops yang sudah S1 besar harapan kami untuk mengadakan perubahan layanan administrasi yang lebih baik.
Kualitas anggaran adalah kunci keberhasilan. Penggunaan yang efektif dan efisien dari sejumlah pemasukan sekolah dari berbagai sumber berkenaan dengan kebijakan anggaran adalah juga menjadi kajian. Karena memang anggaran memiliki nilai strategis dan pital bagi keberlangsungan kegiatan layanan secara keseluruhan.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Semenjak berdiri SDN Longkewang  telah banyak menunjukan kemajuan pembangunan baik sarana fisik dan pembenahan manajemen dan organisasi.
Permasalahan yang membutuhkan banyak perhatian adalah pembenahan ketenagaan , berkaitan dengan kegiatan KBM.
Pembenahan sarana fisik tidak terlepas dari kondisi kebutuhan pembelajaran praktik komputer.
Tantangan kedepan dalam mewujudkan sekolah efektif sangat memotivasi seluruh warga sekolah.

B. SARAN
Hendaknya setiap warga sekolah dapat lebih terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan guna mencari data untuk dijadikan ide kegiatan dan kemudian ditanggapi secara profesional .
Perlunya pemahaman seluruh warga dalam mengadakan pembangunan berkesinambungan untuk mewujudkan sekolah yang efektif dan memiliki prospek dan berdaya saing tinggi ditengah-tengah perubahan masarakat global

Monday, October 30, 2017

              KEUNGGULAN BUDI DAYA PADI

                             SRI (System of Rice Intensification)

Inovasi metode SRI

SRI adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktifitas padi dengan cara
mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara, terbukti telah berhasil meningkatkan produktifitas padi sebesar 50% , bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100%.
Metode ini pertama kali ditemukan secara tidak disengaja di Madagaskar antara tahun 1983 -84 oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor Jesuit asal Prancis yang lebih dari 30 tahun hidup bersama petani-petani di sana. Oleh penemunya, metododologi ini selanjutnya dalam bahasa Prancis dinamakan Ie Systme de Riziculture Intensive disingkat SRI. Dalam bahasa Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI.
    Tahun 1990 dibentuk Association Tefy Saina (ATS), sebuah LSM Malagasy untuk memperkenalkan SRI. Empat tahun kemudian, Cornell International Institution for Food, Agriculture and Development (CIIFAD), mulai bekerja sama dengan Tefy Saina untuk memperkenalkan SRI di sekitar Ranomafana National Park di Madagaskar Timur, didukung oleh US Agency for International Development. SRI  telah diuji di Cina, India, Indonesia, Filipina, Sri Langka, dan Bangladesh dengan hasil yang positif. SRI menjadi terkenal di dunia melalui upaya dari Norman Uphoff (Director CIIFAD). Pada tahun  1987, Uphoff mengadakan presentase SRI di Indonesia yang merupakan kesempatan pertama SRI dilaksanakan di luar Madagaskar Hasil metode SRI sangat memuaskan. Di Madagaskar, pada beberapa tanah tak subur yang produksi normalnya 2 ton/ha, petani yang menggunakan SRI memperoleh hasil panen lebih dari 8 ton/ha,    beberapa petani memperoleh 10 – 15 ton/ha, bahkan ada yang mencapai 20 ton/ha. Metode SRI minimal menghasilkan panen dua kali lipat dibandingkan metode yang biasa dipakai petani. Hanya saja diperlukan pikiran yang terbuka untuk menerima metode baru dan kemauan untuk bereksperimen. Dalam SRI tanaman diperlakukan sebagai organisme hidup sebagaimana mestinya, bukan  diperlakukan seperti mesin yang dapat dimanipulasi. Semua unsur potensi dalam tanaman padi  dikembangkan dengan cara memberikan kondisi yang sesuai dengan pertumbuhannya.  

Prinsip-prinsip budidaya padi organik metode SRI

    1. Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai (hss) ketika bibit masih
        berdaun 2 helai
    2. Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak 30 x 30, 35 x 35 atau lebih jarang
    3. Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar
        tidak putus dan ditanam dangkal
   4. Pemberian air maksimal 2 cm (macak-macak) dan periode tertentu dikeringkan sampai pecah   (Irigasi berselang/terputus)
    5. Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
    6. Sedapat mungkin menggunakan pupuk organik (kompos atau pupuk hijau)

Keunggulan metode SRI

  1. Tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan airmax 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai  tanah         retak ( Irigasi terputus)
  2. Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg/ha. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak       memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang dll.
     3.    Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 - 12 hss, dan waktu panen akan lebih awal
     4.    Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton/ha
 5.    Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan dengan mempergunakan     pupuk     organik (kompos, kandang dan Mikro-oragisme Lokal), begitu juga penggunaan       pestisida.

Teknik Budidaya Padi Organik metode SRI

    1. Persiapan benih
        Benih sebelum disemai diuji dalam larutan air garam. Larutan air garam yang cukup untuk
        menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung.
        Benih yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut.
        Kemudian benih telah diuji direndam dalam air biasa selama 24 jam kemudian ditiriskan
        dan diperam 2 hari, kemudian disemaikan pada media tanah dan pupuk organik (1:1) di
        dalam wadah segi empat ukuran 20 x 20 cm (pipiti). Selama 7 hari. Setelah umur 7-10 hari
        benih padi sudah siap ditanam

    2. Pengolahan tanah
        Pengolahan tanah Untuk Tanam padi metode SRI tidak berbeda dengan cara pengolahan
        tanah untuk tanam padi cara konvesional yaitu dilakukan untuk mendapatkan struktur tanah
        yang lebih baik bagi tanaman, terhidar dari gulma. Pengolahan dilakukan dua minggu
        sebelum tanam dengan menggunakan traktor tangan, sampai terbentuk struktur lumpur.
        Permukaan tanah diratakan untuk mempermudah mengontrol dan mengendalikan air.

   3. Perlakuan pemupukan
       Pemberian pupuk pada SRI diarahkan kepada perbaikan kesehatan tanah dan penambahan
       unsur hara yang berkurang setelah dilakukan pemanenan. Kebutuhan pupuk organik pertama
       setelah menggunakan sistem konvensional adalah 10 ton per hektar dan dapat diberikan
       sampai 2 musim taman. Setelah kelihatan kondisi tanah membaik maka pupuk organik bisa
       berkurang disesuaikan dengan kebutuhan. Pemberian pupuk organik dilakukan pada tahap
       pengolahan tanah kedua agar pupuk bisa menyatu dengan tanah.

  4.  Pemeliharaan
       Sistem tanam metode SRI tidak membutuhkan genangan air yang terus menerus, cukup
       dengan kondisi tanah yang basah. Penggenangan dilakukan hanya untuk mempermudah
       pemeliharan. Pada prakteknya pengelolaan air pada sistem padi organik dapat dilakukan
       sebagai berikut; pada umur 1-10 HST tanaman padi digenangi dengan ketinggian air ratarata
      1cm, kemudian pada umur 10 hari dilakukan penyiangan. Setelah dilakukan penyiangan
       tanaman tidak digenangi. Untuk perlakuan yang masih membutuhkan penyiangan
       berikutnya, maka dua hari menjelang penyiangan tanaman digenang. Pada saat tanaman
       berbunga, tanaman digenang dan setelah padi matang susu tanaman tidak digenangi kembali
       sampai panen.
       Untuk mencegah hama dan penyakit pada SRI tidak digunakan bahan kimia, tetapi
       dilakukan pencengahan dan apabila terjadi gangguan hama/penyakit digunakan pestisida
       nabati dan atau digunakan pengendalian secara fisik dan mekanik

Hasil panen pada metode SRI pada musim pertama tidak jauh berbeda dengan hasil sebelumnya
(metode konvensional) dan terus meningkat pada musim berikutnya sejalan dengan meningkatnya bahan organik dan kesehatan tanah. Beras organik yang dihasilkan dari sistem tanam di musim pertama memiliki harga yang sama dengan beras dari sistem tanam konvesional, harga ini didasarkan atas dugaan bahwa beras tersebut belum tergolong organik, karena pada lahan tersebut masih ada pupuk kimia yang tersisa dari musim tanam sebelumnya. Dan untuk musim berikutnya dengan menggunakan metode SRI secara berturut-turut, maka sampai musim ke 3 akan diperoleh beras organik dan akan memiki harga yang lebih tinggi dari beras padi dari sistem konvensional.


Manfaat Sistem SRI

   Secara umum manfaat dari budidaya metode SRI adalah sebagai berikut
1.      Hemat air (tidak digenang), Kebutuhan air hanya 20-30% dari kebutuhan air untuk cara
          konvensional
2.      memulihkan kesehatan dan kesuburan tanah, serta mewujudkan keseimbangan ekologi tanah
   3. Membentuk petani mandiri yang mampu meneliti dan menjadi ahli di lahannya sendiri. Tidak tergantung pada pupuk dan pertisida kimia buatan pabrik yang semakin mahal dan terkadang  langka
     4. membuka lapangan kerja dipedesaan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan
         pendapatan keluarga petani
     5. menghasilkan produksi beras yang sehat rendemen tinggi, serta tidak mengandung residu
         kimia
     6. mewariskan tanah yang sehat untuk generasi mendatang

KESIMPULAN
     Metode SRI menguntungkan untuk petani, karena produksi meningkat sampai 10 ton/ha, selain itu     karena tidak mempergunakan pupuk dan pestisida kimia, tanah menjadi gembur, mikroorganisme     tanah meningkat jadi ramah lingkungan.
     Untuk mempercepat penyebaran metode SRI perlu dukungan dengan kebijakan pemerintah pusat     maupun daerah.
Selamat mencoba dan semoga SUKSES !!!!!
 
 CARA BUDI DAYA ANGGREK


Pembibitan Bunga Anggrek
1) Persyaratan Bibit
Bibit anggrek yang baik, sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri, yaitu: bentuk
batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat dan indah.
2) Penyebaran Biji
Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan. Adapun penyebaran biji anggrek
sebagai berikut:
a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih.
b) Mensterilkan biji
Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan
dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter, dimasukkan ke dalam botol. Biji
dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. (biji anggrek yang semula kuning
kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). Kemudian air dibuang dan
diganti dengan aquades, digojog berulang kali (2–3 kali).
c) Penyebaran biji anggrek
Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji
anggrek. Sebelum botol dibuka, leher botol dipanaskan di atas lampu spritus
untuk menghilangkan kuman. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol
digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu
spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. Botol yang telah
terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas
makanan yang telah disediakan. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di
atas spritus kemudian ditutup kembali.
3) Teknik Penyemaian Benih
a) Memeriksaan dengan mikroskop, baik atau tidaknya biji anggrek, yang kosong
berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain.
b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar
dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat.
c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras, ujung diikat tali untuk
memudahkan dicopot kembali, atau kain sisa yang dipotong potong. Kerapatan
tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi
atau terkontaminasi.
d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan
kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas
dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas).
e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek
biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu:
1. Ca(NO3)2H2O : 1,00 gram
2. KH2PO4 : 0,25 gram
3. MgSO47H2O : 0,25 gram
4. (NH4)2SO4 : 0,25 gram
5. Saccharose : 20 gram
6. FeSO4 4H2O : 0,25 gram
7. MnSO4 : 0,0075 gram
8. Agar-agar : 15–17,5 gram
9. Aquadest : 1000 cc
Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5,2, dipergunakan pH meter/kertas pH
tekstil/Indikator Paper.
Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C
selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat
bersih, dengan posisi miring, sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol
(dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk
mengetahui sterilisasi yang sempurna.
4) Pemindahan Bibit
Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar, tumbuh akar.
Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang
berdiameter 7 cm, 12 cm atau 16 cm yang berlubang.
Siapkan pecahan genting, dan akar pakis warna coklat, di potong dengan panjang
5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. Sebelum dipakai
terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. Akar pakis setelah dicuci,
direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa:
a) Urea atau ZA : 0,50 mg
b) DS, TS atau ES : 0,25 mg
c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0,25 mg
d) Air : 1000 cc
Alaternatif lain sebagai alas makanan, dapat juga dipakai pupuk buatan campuran
unsur N, P, K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang
yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1.
Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang
tanah, yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24
jam. Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa
yang dipotong-potong sebesar ibu jari.
Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah, kemudian isi
remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu
dipadatkan).
Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol
dengan memasukkan air bersih ke dalam botol. Dengan kawat bersih berujung
seperti huruf U, tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). Setelah
keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. Seedlings
(semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. Apabila di dalam botol sudah terjadi
kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin,
streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam.
5) Pemindahan dari Pot Penyemaian
Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi, maka tanaman dipindahkan
ke pot biasa yang berdiamater 4–6 cm, yang berisi potongan genting/batu bata merah, kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan
sampai 1 cm di bawah tepi pot.
Pengolahan Media Tanam Bunga Anggrek
Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan:
a) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman).
Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah
pot, kemudian pot diisi pecahan genting. Anggrek di letakkan di tengah dan
akarnya disebar merata dalam pot, kemudian batang anggrek diikat pada tiang.
Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira
2/3 dari pot.
b) Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam.
Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis
batu bata merah. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari
kebecekan, di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran
40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. Tiang penahan
dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masingmasing
1,5 m. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu
sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian.
Teknik Penanaman Bunga Anggrek
Penanaman tanaman anggrek, disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek,
yaitu:
1) Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi
tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin. Alat yang dipakai
untuk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari
makanan adalah akar udara.
2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman
lain yang tidak merusak yang ditempel, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti
akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.
3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris.
Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan
jenis anggrek, yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah.
2) Penyiangan
Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol
kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenis
anggrek.
3) Pemupukan
Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C, H,
O, N, S, P, K, Ca, Mg. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam
jumlah yang sedikit, antara lain: Cu, Zn, Mo, Mn, V, Sc, B, Si, dst. Unsur makro
dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah, berupa gas atau air dan
garam-garam yang terlarut di dalamnya.
Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan, yaitu:
a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N, P, K.
Perbandingan N:P:K=6:3:1. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk
pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur N diambil dari
pupuk ZA/urea, untuk P dipakai pupuk ES; DS; TS, dan K dari Kalium Sulfat
(K2SO4).
Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N, P, K:
1. Urea : 0,6 gram untuk 1 liter air
2. ES : 0,3 gram untuk 1 liter air
3. ZK : 0,1 gram untuk 1 liter air
b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N, P, K.
Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan
tambahan pupuk, maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N, P,
K dengan cara misalnya :
1. Urea : 0,3 gram untuk 1 liter air
2. DS : 0,3 gram untuk 1 liter air
3. K2SO4 : 0,3 gram untuk 1 liter air
c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size)
Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1.
Teknik pemberian pupuk buatan adalah:
a) Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati,
jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang
tadi dapat terbakar.
b) Disiramkan, yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang
terlarut di dalamnya. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana.
c) Penyemprotan, cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar
didalamnya, maka akarnya ditutup plastik.
Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau,
kambing, ayam dan lain-lain. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain
mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga
sangat membantu dalam penyimpanan air, apalagi pada musim kemarau.
Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang
mengandung jamur. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk
menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Pemupukan tanaman lebih baik
dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5.00 sore. 4) Pengairan dan Penyiraman
Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari:
a) Air Ledeng, baik untuk menyiram karena jernih dan steril, tetapi pHnya tinggi
maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. PH yang
baik sekitar 5,6-6.
b) Air sumur, baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari
tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Air sumur di daerah kapur harus
diperhatikan pHnya.
c) Air hujan, yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk
menyiraman.
d) Air kali/air selokan, tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur,
bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak. Kalau dilihat dari sudut isi
makanan mungkin cukup baik.
Hal perlu diperhatikan bagi Petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian
pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. Adapun macam isian
pot dan sifat diuraikan sebagai berkut:
a) Pecahan genting/pecahan batu merah, yang mana mudah menguapkan air dan
sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk
lumutan. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan
untuk siraman lebih sedikit.
b) Potongan sabut kelapa, pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan
di daerah panas karena menyimpan air, tetapi kalau penggunaan di daerah
dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk.
c) Remukan akar pakis yang hitam, keras dan baru tidak mudah untuk menyerap
air, setelah beberapa bulan banyak menyerap air. Akar pakis yang coklat dan
lunak lebih mudah menyerap dan menahan air.
d) Potongan kulit pakis, dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air,
mudah terjadi penguapan. Jika potongannya besar, penyerapan kecil dan jika
potongan kecil penyerapan air lebih banyak.
Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim
hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan.
5) Waktu Penyemprotan Pestisida
Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari, lebih baik pada sore
hari sekitar jam 5.00. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat, dilakukan rutin
kurang lebih 3 bulan sekali. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama
perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu)
daun seminggu sekali. Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk
hama antara lain:
a) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun
b) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun
c) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat, kumbang, kutu
d) Kelthane dosis 2 gram/liter air, untuk kutu
e) Metadeks dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, untuk keong dan
bekicot air
f) Falidol E.605 dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, untuk keong
dan bekicot air
Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu:
a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat
Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit.
b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8
cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter. Kemudian pot tanaman anggrek
direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu
minggu sekali.


Tuesday, April 14, 2015

KESEHATAN OBAT HERBAL



Kalau kita bicara pengobatan herbal maka pikiran kita pasti melayang ke obat tradisional, jamu gendong, warung yang menyediakan jamu kemasan untuk obat sakit kepala atau masuk angin. Tidak salah memang sebab herbal memang masuk kategori obat tradisional. Di negara Asia lainnya terutama Cina, Korea dan India untuk penduduk pedesaan, obat herbal masuk dalam pilihan pertama untuk pengobatan, dinegara maju pun saat ini kecenderungan beralih kepengobatan tradisional terutama herbal menunjukan gejala peningkatan yang sangat signifikan.
Dari hasil Susenas tahun 2007 menunjukan di Indonesia sendiri keluhan sakit yang diderita penduduk Indonesia sebesar 28.15% dan dari jumlah tersebut ternyata 65.01% nya memilih pengobatan sendiri menggunakan obat dan 38.30% lainnya memilih menggunakan obat tradisional, jadi kalau penduduk Indonesia diasumsikan sebanyak 220 juta jiwa maka yang memilih menggunakan obat tradisional sebanyak kurang lebih 23,7 juta jiwa, suatu jumlah yang sangat besar.
Pengobatan tradisional sendiri menurut Undang-undang No 36/2009 tentang Kesehatan melingkupi bahan atau ramuan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian [galenik] atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. Sesuai dengan pasal 100 ayat (1) dan (2), sumber obat tradisional yang sudah terbukti berkhasiat dan aman digunakan akan tetap dijaga kelestariannya dan dijamin Pemerintah untuk pengembangan serta pemeliharaan bahan bakunya.
Indonesia sendiri yang terletak didaerah tropis memiliki keunikan dan kekayaan hayati yang sangat luar biasa, tercatat tidak kurang dari 30.000 jenis tanaman obat yang tumbuh di Indonesia walaupun yang sudah tercatat sebagai produk Fitofarmaka [bisa diresepkan] baru ada 5 produk dan produk obat herbal terstandar baru ada 28 produk. Terlihat potensi yang masih belum digali masih sangat besar dalam pengembangan obat herbal terutama yang merupakan produk herbal asli Indonesia.
Tahun 2007 telah dicanangkan oleh pemerintah bahwa Jamu adalah Brand Indonesia, walau pada kenyataannya masih dianggap strata paling bawah dalam pengobatan karena belum teruji secara ilmiah.
Dunia Kedokteran Indonesia sendiri secara perlahan mulai membuka diri menerima herbal sabagai pilihan untuk pengobatan, bukan sekedar sebagai pengobatan alternatif saja, ini terbukti dengan berdirinya beberapa organisasi seperti Badan Kajian Kedokteran Tradisional dan Komplementer Ikatan Dokter Indonesia pada Muktamar IDI XXVII tahun 2009, Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia [PDHMI], Persatuan Dokter Pengembangan Kesehatan Timur [PDPKT] dan beberapa organisasi sejenis lainnya.
Ini semua menggambarkan dunia kedokteran walau masih belum terbuka lebar tetapi para pelakunya, yaitu para dokter mulai melihat potensi yang besar dan ternyata bisa dikembangkan dalam pengobatan berbasis obat herbal, tidak hanya untuk menangani penyakit yang ringan saja tetapi juga untuk mengatasi penyakit yang berat.
Ketergantungan masyarakat terhadap obat konvensional kedokteran diharapkan bisa secara pasti diganti dengan masuknya obat herbal, saat ini ternyata 95% bahan baku obat konvensional masih di import, berapa banyak devisa yang bisa dihemat bila peralihan ini berjalan mulus.
Memasuki tahun 2010, Badan Litbang Depkes mempelopori suatu usaha yang sangat terpuji dan patut didukung penuh yaitu dengan membuat model “Rumah Sehat” atau “Klinik Jamu”, model ini akan menerapkan penggunaan jamu sebagai obat yang diberikan dokter untuk pasiennya, suatu terobosan yang didukung oleh kebijakan pemerintah dan akan diuji coba didaerah Jawa Tengah pada awal tahun 2010. Dipilihnya Jawa Tengah mungkin juga dengan pertimbangan saat ini banyak perusahaan Jamu dalam skala kecil sampai besar yang berlokasi di Jawa Tengah serta kebiasaan orang jawa meminum jamu sejak dulu.
Bekerjasama dengan GP Jamu [Gabungan Pengusaha Jamu] sebagai penyedia kebutuhan obat herbal, Rumah Sehat ini akan dipimpin oleh Dokter sebagai penanggung jawab dan yang menggembirakan ternyata sudah cukup banyak para dokter yang berminat dan terdaftar untuk mempelajari serta mendalami pengobatan herbal.
Memang masih memerlukan banyak persiapan, baik secara mental dari para dokter yang memberikan obat serta merubah persepsi pasien bahwa pengobatan herbal atau “minum jamu” itu ketinggalan jaman, kita harus bisa menerima kenyataan bahwa jaman sudah berubah, mencontoh Cina yang dengan berani memberikan pilihan kepada pasien untuk menggunakan pengobatan dengan obat konvensional atau tradisional.
Saatnya juga bagi perusahaan jamu yang peduli dengan khasiat serta mutu untuk mulai menerapka standar yang berlaku seperti GMP, SNI, CPOTB sampai HACCP agar keyakinan masyarakat atas mutu produk yang dihasilkan bisa diperoleh.
Dukungan dari semua pihak, baik para pelaku petani yang diharapkan memberikan hasil olahan tanaman herbal dengan kualitas tinggi, keterlibatan dunia perguruan tingga dan swasta untuk melakukan uji coba khasiat obat herbal, kemudahan peraturan dan dukungan penuh pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan dan BPOM akan menjadikan Indonesia menjadi salah satu Negara terkemuka yang menghasilkan Obat Herbal bermutu tinggi dan menjadikan Pengobatan Tradisional terutama Herbal bukanlah sekedar Pengobatan Alternative belaka.

Jenis Tanaman Obat Indonesia | Tanaman Obat Tradisional Beserta Gambar


Seri Jenis- Jenis beserta fungsinya. Untuk seri 1 menampilkan gambar , , gambar , tapak dara dan ketepeng cina.


1. Ketepeng Cina (Cassia alata, Linn.)
Nama Lokal :
Seven golden candlestik (Inggris), Ketepeng kebo (Jawa); Ketepeng cina (Indonesia), Ketepeng badak (Sunda); Acon-aconan (Madura), Sajamera (Halmahera),; Kupang-kupang (Ternate), Tabankun (Tidore); Daun kupang, daun kurap, gelenggang, uru’kap (Sumatera); Daun Sena
Gambar Tanaman Obat Ketepeng Cina - Cassia alata, Linn Ketepeng Cina – Cassia alata, Linn
Bagian yang dipakai : Daun.
Khasiat / Manfaat Ketepeng Cina / Daun Sena
1. Panu, kurap
Bahan: 1 genggam daun ketepeng cina segar, sedikit tawas (atau 1
sendok makan kapur sirih)
Cara membuat: semua bahan direbus, dilumatkan sampai menjadi
bubur
Cara menggunakan: digosokkan kuat-kuat pada kulit yang sakit, 2 x
per hari
2. Sembelit (susah buang air besar)
Bahan: 7 lembar daun muda ketepeng cina segar,
Cara membuat: Bahan direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih
sampai menjadi 1 gelas
Cara menggunakan: diminum sekaligus
3. Sariawan
Bahan: 4 lembar daun ketepeng cina segar, garam secukupnya.
Cara menggunakan: dicuci bersih, dikunyah dengan garam
secukupnya (seperti mengunyah sirih) selama beberapa menit,
kemudian airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
4. Cacing Keremi pada anak-anak
Bahan: 7 lembar daun ketepeng cina segar, asam secukupnya untuk
menghilangkan bau, 2 sendok teh bubuk akar kelembak.
Cara membuat : Semua bahan direbus dengan 2 gelas air hingga
mendidih sampai menjadi 1 gelas, disaring.
Cara menggunakan: Sesudah hangat diminum
Obat alami, efektif dan prakstis Klik di sini



Hedyotis corymbosa synonim Oldenlandia corymbosa, Linn.
Nama Lokal :
Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia); Daun mutiara, (Jakarta); Katepan, urek-urek polo (Jawa), Pengka (Makasar); Shui xian cao (China).
Gambar Tanaman Obat Rumput Mutiara - Hedyotis corymbosa – Hedyotis corymbosa
Bagian yg dipakai:
Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.
Khasiat / manfaat :
– Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan (Mumps).
– Radang usus buntu (Acute appendicitis).
– Hepatitis, cholecystitis.
– Penyakit radang panggul (Pelvic inflammatory disease), infeksi
saluran kemih.
– Bisul (carbuncle), borok,
– Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara,
rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasopharynx.
(Phaleria macrocarpa )
Nama Lokal :
Nama daerah :Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). NAMA ASING – NAMA SIMPLISIA Phaleriae Fructus (buah ).
Gambar Tanaman Obat Mahkota Dewa - Phaleria macrocarpa – Phaleria macrocarpa
Bagian yang digunakan :
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun; daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.
INDIKASI
Kulit buah dan daging buah digunakan untuk:
– disentri,
– psoriasis, dan jerawat.
Daun dan biji digunakan untuk pengobatan:
– penyakit kulit, seperti ekzim dan gatal-gatal.

Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe.)
Nama asing : Zedoary, Hidden Ginger, Red Leaf Spice Ginger
Curcuma zedoaria
Gambar Tanaman Obat Temu Putih - Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe. – Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe.
Kegunaan : Sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain pada saluran pencernaan serta sebagai obat pembersih dan penguat (tonik) sesudah nifas.
5. Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don.)
Nama Lokal :
Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda)
Gambat Tanaman Obat Tapak Dara - (Catharantus roseus (L.) G. Don.)Gambat Tanaman Obat Tapak Dara – (Catharantus roseus (L.) G. Don.)
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes, Hipertensi, Leukimia, Asma, Bronkhitis, Demam; Radang Perut, Disentri, Kurang darah, Gondong, Bisul, Borok; Luka Bakar, Luka baru,
//
Lempuyang Gajah PDF Print E-mail ZINGIBER ZERUMBET SM. Bunga : Majernuk, bentuk bongkol, tumbuh dari pangkal rimpang, tangkai panjang ± 12 cm, merah, kelopak lepas satu sama lain, merah. Biji : Bulat panjang, diameter ± 4 mm, hitam. Akar : Serabut, kuning keputih-putihan. Khasiat Rimpang Zingiber zerumbet berkhasiat sebagai obat gatal, obat perut nyeri, obat borok, obat disentri, obat sesak nafas, obat wasir, obat cacing dan penambah nafsu makan. Untuk obat gatal dipakai ± 10 gram segar Zingiber zerumbet, dicuci, diparut, ditambah 1/2 gelas air matang panas dan disaring. Hasil saringan didiamkan dan diminum sekaligus. Belimbing Wuluh PDF Print E-mail Belimbing wuluh dikenal cukup baik di masyarakat Indonesia. Buahnya yang asam membuat belimbing wuluh kerap digunakan sebagai bahan campuran dalam berbagai masakan tradisional. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memang memiliki rasa yang khas dan memberikan aroma tertentu pada masakan. Manfaat belimbing wuluh ternyata tak hanya sebatas itu. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat obat yang bisa sangat membantu. Selain sebagai obat batuk, belimbing wuluh juga bisa digunakan sebagai obat pegal linu, gondongan, rematik, sariawan, jerawat, panu, darah tinggi, dan sakit gigi. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah limeng, selemeng, baliembieng, blingbing buloh, limbi, limbi, tukurela, dan malibi. Tinggi pohon belimbing wuluh bisa mencapai 10 meter. Pemeliharaan tanaman ini cukup mudah. Yang terpenting, ditanam di tempat terbuka, kelembaban tanah selalu dijaga, dan pohon diberi cukup air. Tanaman ini memiliki berbagai kandungan kimia, antara lain saponin, tanin, glukosid, kalsium oksalat, sulfur, asam format, peroksida, dan kalium sitrat. Dalam farmakologi Cina tanaman ini dikenal bisa menghilangkan rasa sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang, dan peluruh kencing. Beberapa manfaat belimbing wuluh bila dcampur dengan herbal dan yang lainnya adalah sebagai berikut : 1. Gusi berdarah 2. Jerawat 3. Tekanan darah tinggi. 4. Obat kompres pada sakit gondongan. 5. Obat batuk 6. Diabetes. 7. Gondongan
Cakar Ayam PDF Print E-mail
6. = Selaginella doerderleinii Hieron
Nama lain :
Rumput solo, cemara kipas gunung.
China : Shi shang be

Kandungan : Alkaloid, phytosterol, saponin.
Sifat & khasiat :
Cakar ayam rasanya manis dan hangat.
Masuk meridian paru, hati dan lambung.
Khasiat : menghilangkan panas, melancarkan aliran darah, antitoksik, antineoplastik,menghentikan perdarahan (hemostatik) serta menghilangkan bengkak ( antiflogistik ).
Bagian bermanfaat : Seluruh herba yang dikeringkan.
Indikasi :
  • Batuk, sakit tenggorokan.
  • Infeksi saluran nafas ( bronkitis ), radang paru-paru ( pneumonia ), radang akut amandel ( tonsilitis akut ).
  • Hepatitis akut dan kronis, radang kandung empedu ( kolesistitis ), pengerasan hati ( sirosis hepatis ), perut busung ( asites ).
  • Radang konjungtiva mata ( konjungtivitis ).
  • Infeksi saluran kencing
  • Diare, disentri.
  • Keputihan ( leukorea ).
  • Patah tulang ( fraktur ).
  • Perdarahan : mimisan, batuk darah, muntah darah, berak darah.
  • kanker : korioepitelioma, koriokarsinoma, kanker nasofaring, kanker paru-paru, kanker saluran cerna.
Jati Belanda PDF Print E-mail
7. Guazuma ulmifolia lamk.
Daunnya berbentuk bundar telur memanjang dengan permukaan berbulu halus. Pada saat musim kemarau daunnyasering rontok. Sedangkan warna bunganya kecil-kecil berwarna kuning serta berbau harum. Buah tanaman ini bila sudah masak berwarna hitam, kasar kulitnya namun manis rasanya dan tidak banyak bijinya. Jati belanda disebut Guazuma ulmifolia lamk atau G. Tomentosa kunth.sun. tanaman ini dikenal dengan nama daerah jati londo atau jati sabrang.
CARA BUDIDAYA:
Perbanyak tanaman menggunakan biji

KANDUNGAN KIMIAWI:
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain:- Kulit : asam damar, zat samak. Daun, buah, biji : zat pahit, glikose, minyak lemak, triterpen/ sterol, alkaloid, karotenoid, flafonoid, tanin, karbohidrat dan saponin.
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Daun
EFEK FARMAKOLOGIS :
Menurunkan kadar kolesterol, peluruh lemak, mengatasi diare
KHASIAT :
1. Pelangsing ( peluruh lemak ).
a. Daun 15 g ditambah bengle 7 g, kemuning 10 g, kunci pepet 7 g, cuci lalu rebus dengan 6 gelas
air sampai tersisa 4 gelas. Setelah dingin disaring bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari.
b. daun dikeringkan, digiling jadi serbuk. Ambil 20 gram serbuk seduh dengan air panas, saring,
minum,sehari dua kali.
2. Diare, sakit perut, kolera, penyembelit.
Biji 3 sendok makan, disangrai, ditumbuk halus, direbus dengan 2 gelas air, minum pagi sore.
3. Perut kembung, rasa sesak di daerah lambung. 12 biji dibakar, ditumbuk, tambah 1 tetes minyak
ades, minum.

Daun Dewa PDF Print E-mail
8. = Gynura procumbens Merr.
Nama lain :
Sumatera : Beluntas cina
Jawa : Tigel kio
Cina : Samsit.



Kandungan : Flavonoid, saponin, minyak atsiri, alkaloid dan tanin.
Khasiat :
  • Menurunkan kadar kolesterol darah.
  • Minyak atsiri : merangsang sirkulasi darah, analgesik & antiinflamasi.
  • Membersihkan racun & menghilangkan panas.
  • Antikoagulantia, mencairkan bekuan darah, menghentikan perdarahan.
  • Anti radang, penyejuk darah, pembersih darah.
  • Menghambat pertumbuhan kanker.
  • Juga menurunkan kadar glukosa darah.
Indikasi :
Daun dapat dipakai untuk :

  • Bengkak karena terbentur / memar.
  • TB paru, bronkitis, batuk rejan.
  • Batu ginjal
  • Radang mata, sakit gigi
  • Radang tenggorokan
  • Rematik sendi
  • Perdarahan kandungan
  • Payudara bengkak.
  • Diabetes melitus
  • Hipertensi
  • Tidak datang haid
  • Ganglion, kista , tumor.
  • Digigit binatang berbisa.
Umbi berkhasiat untuk :
  • Benjolan karena gumpalan darah / hematom
  • Bengkak karena memar
  • Tulang patah.
  • Perdarahan sehabis melahirkan.
Ciplukan PDF Print E-mail
9. Physallis peruviana L.
Ciplukan disebut Physallis peruviana L, atau Physallis angulata Linn, atau Physallis minina Linn. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Solanaceace. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah keceplokar, nyornyoran atau cecenet / cecendet.
KANDUNGAN KIMIAWI :
Tumbuhan ini memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui, a.1:
Chlorogenik acid,- C27H44O-H2O,- asam sitrun dan fisalin, flavonoid, saponin, polifenol. Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, biji ; elaidic acid.
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Seluruh bagian tanaman.
EFEK FARMAKOLOGI :
Pembengkakan prostad, Analgesik (menghilangkan rasa sakit),- Hipoglikemik,- Anti radang,- Diuretik (peluruh kencing).
KHASIAT :
1. Kencing manis (diabetes melitus).
Tanaman 15 g kering, daun mimba 10 g, daun sendok 10g, direbus dengan 5 gelas air
jadi 4 gelas, saring, minum pagi dan sore.
2. Sakit paru-paru.
Tanaman ciplukan lenngkap 15 g kering, sambiloto 10 g, cakar ayam 10 g, direbus
dengan 5 gelas hingga tersisa 4 gelas, saring ,minum airnya 3 kali sehari.
3. Influenza, bronkhitis.
Tanaman 15 g, pegagan 10 g, rumput mutiara 10 g, direbus dengan 5 gelas air hingga
tersisa 4 gelas, disaring, dan diminum 3 x sehari.
4. Batuk.
Tanaman 15 g, tambah 10g sambiloto, tambah 10 g pegagan kering rebus dengan 5
gelas air sisakan 4 gelas minum pagi dan sore.
5. Pembengkakan buah pelir dan pembengkakan prostad.
Tanaman 15 g kering, rumput mutiara 10 g, meniran 10 g, rumput mutiara 15 g.
Direbus dengan 6 gelas air hingga tersisa 4 gelas, disaring dan diminum sehari 3 x.
6. Bisul
Daun ciplukan setengah genggam di cuci, digiling halus, diturapkan pada bisul dan       
sekelilingnya, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari.

Cincau Rambat PDF Print E-mail
10.  (Cyclea barbata Miers)
Daerah :  Camcauh, juju, tarawalu, kepleng
Asing :
Sifat Kimiawi :  Karbohidrat yang menyerap air, zat lemak dan alkoloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tentradine. Polifenol, saponoid dan flavonoida.
Efek Farmakologis : Rasa agak manis, anti demam, anti racun, menurunkan tekanan darah.
Bagian tanaman yang digunakan :   Rimpang dan daunnya.
Cara budidaya : Menggunakan stek batang, menghendaki tempat terbuka dan sedikit terlindung. pemeliharaannya mudah sekali.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1.Tekanan darah tinggi : daun diremas dengan air sampai menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum dengan gula jawa.
2.Demam : rimpang diiris halus, direbus dan perasannya diminum sebagai obat demam, atau akar cincau secukupnya disedu dan diminum.
3.Gangguan perut, Nyeri : seperti no. 1
4.Keracunan makanan udang : seperti no. 1
5.Radang lambung, typhus, penyakit usus : daun segar 50 gr dicuci ditumbuk sampai lumat. Tambah 4 gls air matang, diremas dan disaring. Diamkan sampai mengental dan tambahkan 5 sendok kecil gula, diminum 3 x sehari.

Cerme PDF Print E-mail
Adas PDF Print E-mail
11.  Foeniculum vulgare Mill.
Nama Lain
Aceh            : das pedas
Minangkabau : adeh, manih
Sunda          : hades
Jawa            : adas, adas londa, adas landi
Madura         : adhas
Menado        : paapang, pampas
Gorontalo      : dengu-dengu
Makasar         : rempasu
Sangir Talaud : kumpasi
Bali               : adas
Sumba          : wala wunga
Cina              : hsiao hui
Inggris           : fennel.
Uraian tumbuhan :
Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m dpl. Tinggi tanaman 50 cm – 2 m, tumbuh merumpun dan serumpun bisa sampai 3-5 batang. Batang berwarna hijau kebiru-biruan, beralur, berlubang didalamnya dan bila memar, wangi baunya.
Letak daun berselang-seling, majemuk menyirip ganda dengan sirip yang sempit, berbentuk jarum, ujung dan pangkal runcing tepi rata berseludang warna putih. Seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi.
Kandungan :
Mengandung Minyak atsiri a.l limonina yang baunya harum (1 – 6 % ) Anetol, Fenkon, Pinen, Limonen, dipenten, Felandren, Metil Kavekol, dan anisaldehide yang berguna untuk menghambat pertumbuhan mikroba maupun memberikan aroma harum.
Selain itu mengandung beberapa macam vlafonoida yang bersifat anti radang. bagan-bahan aktif bersifat membantu pengeluaran angin dari tubuh (Karminatif), diuretik dan mengurangi batuk serta diare. Limonina yang berbau harum ( 1 – 6 % ), anetol,fenkon, pinen, limonen, dipenten, metil kavekol, anisaldehide dan lain-lain yang berguna untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan memberikan aroma harum.
Juga mengandung flavonoida yang bersifat anti-radang. Bahan aktif bersifat membantu pengeluaran angin dari tubuh, di uretik dan mengurangi batuk serta diare.
Khasiat :
Anti radang, membunuh mikroba, menghilangkan dingin / flu, elancarkan Qi, menambah daya tahan tubuh, anti kolinesterase mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, menghilangkan nyeri, merangsang keringat, penguat hepar, perangsang pusat syaraf, mencegah kemandulan, memperkuat daya hidup sperma, pemicu pengeluaran hormon androgen, merangsang pengeluaran hormon estrogen, penambah semangat dan vitalitas. Memperlambat penuaan, merangsaang terjadinya ovulasi dan melindungi hati terhadap racun dan gangguan lain.
Sifat : Energi hangat, pahit dan tidak beracun.
Afinitas : Masuk ke meridian ginjal, kandung kemih dan lambung.
Bag. bermanfaat : Buah, daun serta bijinya.
Indikasi :
  • Sakit perut, mulas, perut kembung, rasa penuh pada lambung, mual, muntah, diare.
  • Jaundice ( sakit kuning ), nafsu makan kurang.
  • Batuk berdarah, sesak nafas
  • Nyeri haid, haid tak teratur.
  • ASI ( air susu ibu ) kurang.
  • Proteinuria ( adanya putih telur dalam kencing )
  • Insomnia ( susah tidur )
  • Orchidoptopsis ( buah pelir turun )
  • Hernia Inguinalis ( usus turun ke lipat paha )
  • Epididimitis ( pembengkakan saluran sperma )
  • Hidrokel testis ( penimbunan cairan dalam buah sakar )
  • Mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya.
  • Rematik gout.
  • Keracunan tanaman obat ataupun jamur.
Alamanda PDF Print E-mail
12.  CATHARTICA L.
Ciri-ciri
Habitus: Perdu, tinggi 4-5 m
Batang: Berkayu, bulat, berbaring, berbuku-buku, tiap buku terdapat daun yang melinglar, empat sampai lima, bergetah, percabangan monopodial, cabang muda hijau,atas ungu, putih kehijauan
Bunga: Majemuk, bentuk tandan, berkelamin dua, di ujung cabang dan ketiak daun, tangkai silindris, pendek, hijau, kelopak bentuk lanset, Permukaan halus, hijau, benang sari tertancap pada mahkota, mahkota berseling pada lekukan, tangkai putik silindris, kepala putik bercangap dua, kuning, mahkota bentuk terompet atau corong, permukaan rata kuning
Akar: Tunggang, putih telur
Buah: Kotak, bulat, diameter + 1,5 cm
Biji: Bentuk segitiga, masih muda hijau keputih-putihan setelah tua hitam
Daun: Tunggal, lonjong, tepi rata melipat ke bawah, ujung dan pangkal meruncing, panjang 5-16 cm,lebar 2,5-5 cm, tebal, pertulangan menyirip hijau

Kandungan Kimia

Daun Allamanda cathartica mengandung alkaloida, kulit batang dan buah-nya mengandung saponin, di samping itu kulit batangnya juga mengandung tanin dan buahnya mengandung flavonoida dan polifenol.

Khasiat

Daun Alamanda berkhasiat untuk penawar keracunan. Untuk penawar keracunan dipakai ± 15 gram daun segar Allamanda ca-thartica, dicuci, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak selang satu jam.
Alamanda PDF Print E-mail
13. CATHARTICA L.
Ciri-ciri
Habitus: Perdu, tinggi 4-5 m
Batang: Berkayu, bulat, berbaring, berbuku-buku, tiap buku terdapat daun yang melinglar, empat sampai lima, bergetah, percabangan monopodial, cabang muda hijau,atas ungu, putih kehijauan
Bunga: Majemuk, bentuk tandan, berkelamin dua, di ujung cabang dan ketiak daun, tangkai silindris, pendek, hijau, kelopak bentuk lanset, Permukaan halus, hijau, benang sari tertancap pada mahkota, mahkota berseling pada lekukan, tangkai putik silindris, kepala putik bercangap dua, kuning, mahkota bentuk terompet atau corong, permukaan rata kuning
Akar: Tunggang, putih telur
Buah: Kotak, bulat, diameter + 1,5 cm
Biji: Bentuk segitiga, masih muda hijau keputih-putihan setelah tua hitam
Daun: Tunggal, lonjong, tepi rata melipat ke bawah, ujung dan pangkal meruncing, panjang 5-16 cm,lebar 2,5-5 cm, tebal, pertulangan menyirip hijau

Kandungan Kimia

Daun Allamanda cathartica mengandung alkaloida, kulit batang dan buah-nya mengandung saponin, di samping itu kulit batangnya juga mengandung tanin dan buahnya mengandung flavonoida dan polifenol.

Khasiat

Daun Alamanda berkhasiat untuk penawar keracunan. Untuk penawar keracunan dipakai ± 15 gram daun segar Allamanda ca-thartica, dicuci, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak selang satu jam.
14. Anggrek Tanah PDF Print E-mail

Penderita penyakit tuberculose (TB) paru, abses paru-paru, dan penyakit saluran pernapasan cukup banyak diderita masyarakat. Di masyarakat tradisional, pengobatan penyakit saluran pernapasan sering pula diobati dengan ramuan obat dari bahan tumbuh-tumbuhan. Salah satunya adalah dengan anggrek tanah (Bletilla striata (Thunb.) Reichb.f.) dari famili Orchidaceae. Bunganya berwarna merah muda keunguan bertangkai panjang. Biasanya, anggrek tanah tumbuh di berbagai kondisi tanah. Mengatasi TB, bisa menggunakan umbi bunga lili, direbus dan ditambah bubuk umbi anggrek, lalu diminum.
15. Anggrung PDF Print E-mail

Khasiat
Daun Trema orientalis berkhasiat sebagai obat mencret dan obat batuk
pada anak-anak.
Untuk obat mencret dipakai ± 8 gram daun segar Trema orientalis, dicuci,
direbus dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil
saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.

Bengkire (Aceh) Bongkoreyon (Batak) Mangkirai
(Minangkabau) Kemirei (Melayu)
Kuray (Sunda) Anggrung (Jawa) Angghrung (Madura)
Dehong (Minahasa) Tayapi (Minahasa)
Mumusut (Ambon) Rufu (Ternate) Luwi (Tidore)
Pohon, tahunan, tinggi ± 10 cm.
Tegak, silindris, berkayu, permukaan halus, percabangan
simpodial, hitam kecoklatan.
Majemuk, berseling, lonjong, panjang 4,5- 9 cm,
lebar 2,5-3,5 crn, tepi rata, ujung runcing, pangkal
tumpul, pertulangan menyirip, tangkai silindris,
panjang ± 1 cm, hijau.
Majemuk, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang
+ 0,5 cm, hijau pucat, benang sari panjang + 1 cm,
kepala sari bentuk ginjal, panjang ± 0,5 cm, mahkota
kecil, putih.
Buni, berisi 4-10 biji, masih muda hijau setelah tua
coklat,
Bulat, pipih, putih.
Tunggang, putih kotor.
16. Anting-Anting PDF Print E-mail
Acalypha australis L.
Nama Lain :
Melayu : pohon kucing-kucingan.
Cina : tie xian.
Uraian tumbuhan :  Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji. Dirawat dengan disiram air cukup, dipupuk dengan pupuk  dasar Terutama pupuk organik, dan kelembaban tanahnya dijaga. Situasi yang dikehendaki hádala sedikit terlindung.
Kandungan : Kandungan kimianya belum banyak diketahui
Sifat : Rasa pahit dan energinya sejuk.
Khasiat : Antibiotik, anti radang, peluruh kencing, astringen dan menghen tikan perdarahan.
Indikasi :* Berak darah, mimisan, batuk.
* Disentri
*
Diare dan muntah darah
*
Perdarahan dan luka luar.

17. Anyang-Anyang PDF Print E-mail
Anyang-anyang merupakan tanaman obat yang bisa dijadikan sebagai obat tradisional disentri yang mudah kita ramu sediri. Berikut penjelasan singkat tentang tanaman dan obat tradisional ini. Dan saya harap Anda paham dengan uraian berikut.


KEGUNAAN
Buah:
1. Disentri.
2. Sakit kandung kencing.

Kulit kayu:
1. Radang Ginjal.
2. Borok (obat luar).

Daun:
1.Demam.
2.Kelesuan.
3.Mual.
4.Sakit Kuning.

Sekian semoga bermanfaat dan penyakit anda sembuh, dapatkanlah khasiat obat tradisional dari tanaman obat dengan mudah bila anda berinisiatif untuk menanam sendiri anyang-anyang di rumah anda, bisa anda tanam di depan rumah atau di kebun belakang.
18. Alpukat PDF Print E-mail
Persia americana Mill.
Nama Lain :
Melayu: apokad
Sunda : apuket
Jawa : apokat
Cina : yiu lie
Inggris : avokado pear.


Kandungan :
Kulit ranting mengandung beberapa zat kimia antara lain : methylchavikol, alphapinine, tanin dan flavonoid Daging buah mengandung lemak jenuh, protein, sesqueterpenes, vit A, B1 dan B2.
Khasiat : Daun alpukat adalah peluruh kencing Dn astringen. Daun dan ranting alpukat memiliki efek : peluruh kentut, penyembuh batuk, pelancar menstruasi, emolient dan antibakteri.
Indikasi :
  • Darah tinggi dan sakit kepala
  • Kencing batu
  • Kulit wajah kering
  • Diabetes melitus
  • Nyeri syaraf dan Nyeri lambung
  • Sariawan
Andong PDF Print E-mail
19.  Cordyline fruticosa ( Linn )
Nama Lain :
Sunda : hanjuang
Jawa : andong
Dayak : penjuang
Madura : kayu urip
Bali : endong.

Uraian tumbuhan :
Perbanyakan dilakukan dengan cara setek batang.
Batang yang keras dipotong 5 – 10 cm dan daun yang ada di buang semuanya.
Sifat : Rasa manis, hambar dan menyejukkan.
Kandungan : Belum banyak diketahui.
Khasiat : Menyejukkan darah, menghentikan perdarahan, menghilangkan bengkak.

Bag. bermanfaat :
Bunga, daun dan akar.
Indikasi :
  • Kencing berdarah
  • Mencegah keguguran, haid terlalu banyak, wasir berdarah.
  • Nyeri lambung dan ulu hati
  • TBC
  • Terlambat haid.
Beluntas PDF Print E-mail
20. = Pluchea indica Less Baccharis indica L.
Nama lain :
Sumatra : beluntas
Sunda : baluntas, baruntas
Jawa : luntas
Madura : baluntas, baruntas
Makasar : lamuntasa
Timor : lenabou.
China : luan yi
Inggris : marsh fleabane
Simplicia : Pluchea folium ( daun beluntas), Pluchea radix ( akar beluntas ).


Uraian tumbuhan :
  • Tumbuh liar di daerah kering di tanah yang keras dan berbatu atau ditanam sebagai tanaman pagar.
  • Memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikit naungan. Banyak ditemukan di daerah pantai dekat laut sampai ketinggian 1.000 m dpl.
  • Perdu kecil, tumbuh tegak sampai 2 m atau lebih.
  • Bercabang banyak,berusuk halus, berambut lembut. Daun bertangkai pendek, letak berseling, helaian
  • daun bulat telur sungsang. Ujung bulat melancip, tepi bergigi, berkelenjar, panjang 2,5 sampai 9 cm.
  • Lebar 1 – 5,5 cm. dengan warna hijau terang bila diremas mengeluarkan bau harum.
  • Bunga majemuk dengan bentuk malai rata, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai.
  • Bunga berbentuk bonggol, bergagang ataupun duduk, berwarna putih kekuningan sampai ungu.
  • Buah longkah agak berbentuk gasing, kecil, keras berwarna coklat dengan sudut-sudut berwarna putih.
  • Biji kecil, coklat keputih-putihan. Perbanyakan dengan setek batang yang cukup tua.
Kandungan :
Daun beluntas mengandung alkaloid, flavonoida, tanin, minyak atsiri, asam chlorogenik, natrium, kalium, magnesium dan fosfor. Akar mengandung flavonoid dan tanin.

Khasiat :
Daun beluntas berbau khas aromatik dan rasanya getir. Berkhasiat untuk menaikkan nafsu makan (stomakik), membantu pencernaan, peluruh keringat (diaforetik), pereda demam ( antipiretik ) dan penyegar. Akar beluntas berkhasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk ( demulcent ).

Bagian bermanfaat : Daun dan akar, baik dalam keadaan segar ataupun dikeringkan.
Indikasi :
  • Menghilangkan bau badan dan bau mulut.
  • Nafsu makan kurang.
  • Gangguan pencernaan pada anak.
  • TBC kelenjar ( skrofuloderma )
  • Nyeri rematik, nyeri tulang ( osteodinia ), sakit pinggang ( lumbago ).
  • Demam
  • Haid tak teratur
  • Keputihan.

PDF Print E-mail
21.   Zingiber Purpureum Roxb.
Tanaman ini dikenal dengan nama daerah mugle, bungle, kunyit bolai, panglai, bangalai, kukuniran dan ”nin pakei”. Nama asingnya purple ginger.
CARA BUDIDAYA :
Perbanyakan tanaman menggunakan nimpang.
KANDUNGAN KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah di ketahui, a. 1:
Rimpang : Minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin.
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Rimpang.
EFEK FARMAKOLOGI :
Penurunan panas, anti radang ekspetoran, pembersih darah, pencahar, peluruh lemak, peluruh kentut.
KHASIAT :
1. Demam, masuk angin, mules.
Rimpang segar 15 gr dicuci lalu di parut. Tambahkan ½ cangkir air panas dan 2   
sendok makan madu. Aduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2  
kali sekali.
2. Sakit kepala karena demam.
Rimpang segar secukupnya dicuci bersih diparut. Tambahkan sedikit air sampai  
menjadi adonan seperti bubur. dipakai sebagai pilis pada dahi.
3. Sakit kuning.
Rimpang bengle ½ jari dicuci & diparut. Tambahkn air masak & dan madu masing-  
masing 1 sendok makan. Peras dan saring, minum 2 kali sehari.
4. Nyeri sendi (rheumatism).
Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut, tambahkan lengkuas secukupnya,  
borehkan kebagian sendi yang sakit.
5. Mengecilkan perut setelah melahirkan.
Rimpang secukupnya, cuci, parut, borehkan pada perut.
6. Kegemukan / mengurangi lemak tubuh.
Sepotong rimpang bengle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan
3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin di saring, minum. 2 kali
sehari pagi dan sore hari.      
7. Lemah jantung.                                   
Rimpang diparut, tambahkan air masak, saring minum, teratur setiap sore.
8. Gangguan syaraf.
Rimpang dua ibu jari, parut, tambahkan 1 gelas air masak, saring dan minum.
Lakukan sehari dua kali pagi dan sore.

PDF Print E-mail
22. Merremia mammosa (Lour)Hall.F

Nama Daerah :
Bidara upas. Widara upas. Blanar.

Habitat :
Tumbuh liar di hutan, kadang di tanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpi

Deskripsi :
Merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Tekanan darah tinggi (Hipertensi) , Kurang napsu makan, Demam; Kencing manis (Diabetes mellitus), Masuk angin, Ekzema, Rematik;
Bagian yang dipakai :
Biji, dikeringkan lalu digiling halus menjadi serbuk.
Kegunaan:
– Tekanan darah tinggi (Hipertensi) .
– Kencing manis (Diabetes mellitus).
– Kurang napsu makan,
– Rematik.
– Demam.
– Masuk angin.
– Ekzema.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 1/2 sendok teh biji yang telah digiling halus menjadi serbuk.
23 Boroco PDF Print E-mail

Boroco merupakan tanaman obat yang bisa dijadikan sebagai obat tradisional mata yang mudah kita ramu sendiri. Berikut penjelasan singkat tentang tanaman boroco dan pemakainnya sebagai obat tradisional. Dan saya harap Anda paham dengan uraian berikut.
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Biji, bunga dan seluruh tanaman, keringkan di bawah sinar matahari untuk disimpan.

KEGUNAAN:
Biji : – Infeksi mata = mata merah (Acute conjunctivitis).
– Radang kornea mata (Keratitis)
– Infeksi dalam mata (Chronic uveitis)
– Tekanan darah tinggi (Hipertensi).

Bunga :
– Muntah darah (Hematemesis)
– Keputihan (Leucorrhoe)
– Obat cuci mata.

Seluruh tumbuhan :
– Buang air besar lendir dan darah (Disentri)
– Infeksi saluran kencing (Urinary tract.
infection)


PDF Print E-mail
24. = Tinospora crispa Miers
Nama lain :
Jawa : Bratawali, andawali
Sunda : Antawali

Kandungan :
Alkaloid serta zat pahit ” pikroretin “.
Alkaloid kuarterner terdiri dari N-asetil-nornuciferin, N-formil-annonain, N-formil-normuciferin.
Disamping itu ditemukan pula suatu glikosida furanoditerpen yang berasa pahit, N-trans-feruloil-tiramin , N-cis-feruloil-tiramin, tinotuberide, borapetoside A, borapetol, tinosporin, dan tinosporidin. Pada akar terdapat alkaloid berberin.

Khasiat :
Pikroretin merangsang kerja urat syaraf hingga alat pernafasan bekerja dengan baik dan menggiatkan pertukaran zat, hingga dapat menurunkan panas. Kandungan alkaloid bersifat membunuh bakteri dan menambah nafsu makan serta menurunkan kadar gula darah. Berberin berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Bahan lain berguna untuk menambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula darah.
Sifat lain : sebagai tonikum, antiperiodikum, diuretikum,.
Indikasi :
  • Penenang.
  • Demam
  • Malaria
  • Diabetes
  • Sakit perut
  • Diare
  • Obat cacing
  • Rheumatik
  • Hepatitis / Obat sakit kuning.
  • Sakit pinggang
  • Menambah nafsu makan
  • Air rebusan untuk membersihkan koreng, kudis.
  • Daun : untuk obat koreng.
  • Batang : untuk pengobatan rheumatik sendi seperti rheumatik sendi pinggul.

PDF Print E-mail
25.  = Ageratum conyzoides L.
Nama lain :
Sumatra : Bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput
Jawa : babadotan, babadotan leutik, babandotan, babandotan beureum, babandotan hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak.
Sulawesi : dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi.
China : Sheng hong ji

Kandungan : Asam amino, organacid, peptic substance, minyak asiri, kumarin, ageratochromene, friedelin, betasitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, potasium chlorida.
Akar mengandung : Minyak asiri, alkaloid dan kumarin.
Sifat dan khasiat : Herba rasanya sedikit pahit, pedas dan sifatnya netral. berkhasiat sebagai stimulan, tonik, pereda demam ( antipiretik ), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan ( hemostatis ), peluruh haid ( emenagog ), peluruh kencing ( diuretik ), dan peluruh kentut ( karminatif ). Daun bandotan : sebagai insektisida nabati.
Bagian yang digunakan : Herba ( bagian diatas tanah ) dan akar. Bisa berbentuk segar atau dikeringkan.
Indikasi : Herba berkhasiat untuk :
  • Demam, malaria.
  • Sakit tenggorokan, radang paru ( pneumonia ).
  • Radang telinga tengah ( otitis media ).
  • Perdarahan : perdarahan rahim, luka berdarah, mimisan.
  • Diare, disentri.
  • Mulas ( kolik ), muntah, perut kembung.
  • Keseleo, pegel linu.
  • Mencegah kehamilan.
  • Badan lelah sehabis bekerja berat.
  • Produksi air seni sedikit.
  • Tumor rahim
  • Perawatan rambut.


26. Bunga Pagoda PDF Print E-mail


Bunga Pagoda merupakan tanaman obat yang bermanfaat sebagai obat tradisional Wasir berdarah yang mudah kita ramu sendiri. Berikut penjelasan singkat tentang tanaman Bunga Pagoda dan pemakaiannya sebagai obat tradisional. Dan saya harap Anda paham dengan uraian berikut.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Akar bunga pagoda berkhasiat antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak, dan menghancurkan darah beku. Daun rasanya manis, asam, agak kelat, sifatnya netral. Daun berkhasiat sebagai antiradang dan mengeluarkan nanah. Bunga rasanya manis, sifatnya hangat, berkhasiat sedatif, dan menghentikan perdarahan (hemostatis).

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah akar, bunga, dan daun. Untuk penyimpanan, akar harus dikeringkan.

INDIKASI
-Akar digunakan untuk pengobatan:
-sakit pinggang (lumbago), nyeri pada rematik,
-tuberkulosis paru (TB paru) yang disertai batuk darah,
-wasir berdarah (hemoroid), berak darah (disentri),
-susah tidur (insomnia), dan
-bengkak (memar) akibat terbentur benda keras.

Bunga digunakan untuk pengobatan:
-penambah darah pada penderita anemia,
-keputihan,
-wasir berdarah, dan
-susah tidur (insomnia).

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus 30-90 g akar atau bunga. Selain , itu, akar juga dapat dijadikan serbuk, lalu diseduh dan diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu bubuhkan pada bisul, koreng, dan memar. Selain itu, daun segar dapat diperas dan air perasannya dioleskan pada luka berdarah.
CONTOH PEMAKAIAN
Wasir berdarah
Masak 60 g akar atau bunga pagoda dengan usus sapi. Setelah dingin, kuahnya diminum dan usus sapinya dapat dimakan.

Susah tidur
Keringkan bunga atau akar pagoda secukupnya, lalu giling untuk dijadikan serbuk. Ambil satu sendok teh serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam satu seloki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur.

Bisul, koreng
Cuci daun bunga pagoda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit madu sambil diaduk merata. Bubuhkan ramuan tersebut pada tempat yang sakit, lalu balut. Ganti ramuan ini tiga kali sehari.

Sekian semoga bermanfaat dan penyakit Wasir berdarah kerabat anda sembuh, dapatkanlah manfaat dan khasiat obat tradisional dari tanaman obat Bunga Pagoda dengan mudah bila anda berinisiatif untuk menanam sendiri di rumah anda, bisa anda tanam di depan rumah atau di kebun belakang.
27. Bunga Matahari PDF Print E-mail

Bunga :
antipiretik, hipotensif, menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik), nyeri haid (dysmenorrhoe), nyeri lambung (gastric pain), sakit kepala, sakit gigi, sakit perut, tekanan darah tinggi, radang payudara (obat luar), radang persendian (obat luar), kosmetik (mencegah penuaan dini), dan sulit melahirkan.

Akar :
Anti inflamasi, analgesik, antitusif, diuretic, batuk, batu ginjal, bronkhitis, keputihan (leucorrhoe), anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, dan menghilangkan nyeri.
Daun :
Anti inflamasi, analgesik, antipiretik, anti radang, mengurangi rasa nyeri, dan anti malaria.
Biji :
Anti dysentery, membangkitkan nafsu makan, lesu, sakit kepala, , disenteri berdarah, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles).
Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum) :
Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih, nyeri lambung, air kemih bedarah (hematuria), ari kemih berlemak (chyluria), kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole.
28. Balsem PDF Print E-mail
Warna-warna cantik menjadi ciri khas tanaman asli Asia ini. Ciri khas lainnya, tanaman ini mudah tumbuh dan tidak rewel. Selain itu beberapa bagian tanamannya bisa dipakai sebagai obat P3K.
Di dunia, tanaman Impatiens balsamina Linn. dikenal sebagai bunga balsam. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama bunga pacar air. Memiliki bunga dengan beragam warna, semisal merah muda, merah, putih, oranye, peach, atau salem. Sepintas, bentuk bunganya mirip anggrek dalam ukuran kecil dengan daun yang bergerigi.
Impatiens cukup populer sebagai tanaman hias dan banyak dijumpai di dataran tinggi, misalnya Puncak, Jawa Barat. Tingginya mencapai 30-80 centimeter. Setiap daerah di Indonesia memiliki nama lain untuk pacar air ini. Di Minangkabau (Sumatera Barat), pacar air dikenal dengan nama paruinai. Pacar cai (Sunda), kimhong (Jakarta), pacar banyu (Jawa), pacar foya (Bali), dan bunga jebelu (Halmahera Selatan).
Tanaman ini menyukai tempat teduh dan air. “Jadi, kalau rumah Anda banyak terkena sinar matahari, letakkan tanaman pacar air di bawah pohon,” papar Ida Widaningsih, General Manager PT Bina Usaha Flora. Meski warna bunganya banyak, pacar air tak bagus dipakai untuk landscape. “Biasanya bagus digantung atau diletakkan di pot. Mungkin karena senang di tempat teduh untuk landscape jadi kurang bagus.”
Meski Impatiens lokal pun ada di Indonesia, para pengusaha bunga masih mengimpor bibitnya dari luar negeri. “Bunga ini kan biasanya tumbuh di pinggir sungai. Tanaman yang lokal lebih tinggi, bunganya kecil, ruas batangnya kekar. Dan warna bunga tidak sebanyak dibanding bibit dari luar dengan warna yang beragam,” ujar Ida.
Media tanam untuk tanaman ini tidak sulit. Pakai saja campuran tanah, kompos, sekam atau tanah, cocopeat. “Boleh juga memakai pupuk kandang.” Meskipun tergolong bukan tanaman rewel, ada satu musuh utamanya, yaitu hama. Begitu terkena hama, tanaman akan langsung busuk. Jadi, awasi tanaman pacar air Anda dari segala
hama pengganggu.
Rajin Berbunga
1. Impatiens adalah tanaman yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini diperkenalkan di Amerika pada abad ke-19.
2. Tanaman ini juga disebut Busy lizzie (Lizzie yang sibuk) karena berbunga terus.
3. Tanaman ini sangat disukai lebah dan serangga lain yang membantu penyerbukannya.
4. Tanaman ini tidak dapat hidup di lingkungan yang kering.
5. Bagian-bagian tanaman ini bisa dipakai untuk obat, misalnya bunga untuk obat bisul, rematik, dan radang kulit. Sedangkan daunnya untuk anti-inflamasi atau mencuci luka